Sabtu, 18 Desember 2010

Think out of the box !


(presentation about indonesia at Coast union high school)
Indonesia. Sudah banyak sudut negri ini ku singgahi. Di satu sudut terpancar gemerlap surga dunia, namun di sudut lain terbaring tubuh-tubuh tak bernyawa, yang perlahan membusuk digerogoti cacing-cacing tanah. Di satu tempat, duduk pria-pria berdasi yang setiap bulanya mengantongi puluhan juta rupiah yang berasal dari pajak orang-orang yang siang malam membanting tulang demi kelangsungan hidupnya. Namun mereka, orang-orang yang menyebut dirinya 'pemimpin' , yang semula berjanji akan membawa perubahan, yang dengan lihainya memainkan kata-kata manis merayu simpati, berdalih merangkul golongan lemah, & dengan semangat membara mengajak semua orang bersatu membangun negri, pada faktanya semua itu hanyalah bualan musiman yang biasa mereka jajakan setiap 5 tahun sekali. Setelah membodohi jutan kepala yang setiap malamnya bermimpi memiliki kehidupan yang layak, bermimpi memiliki pekerjaan, bermimpi melihat anak-anak mereka setiap paginya pergi ke sekolah & jutaan mimpi lainya,
Mereka, pemimpin-pemimpin bangsa seakan lupa akan janji-janji manis yang sebelumnya mereka jajakan. Entah mereka benar-benar lupa atau pura-pura lupa, mereka yang katanya adalah kaum intelektual ternyata hanya bisa duduk manis menyaksikan saudara sebangsanya sekarat karena kelaparan atau mati bunuh diri karena tak kuasa menahan beban hidup yang kian hari kian mencekik. Sementara itu, dibelahan bumi lainya, di negri yang bernama Amerika, negri yang termasyur dengan sebutan negri adi daia ,mereka yang tinggal dinegri itu agaknya sedikit lebih beruntung dari pada mereka yang tinggal di negri bernama Indonesia. Kebanyakn dari mereka hidup dibawah atap-atap kokoh,
lengkap dengan pemanas & pendingin ruangan. Sementara mereka yang hidup di negri bernama di Indonesia tak sedikit yang hidup beralaskan tanah dibawah atap yang terbuat dari helaian pandan liar yang dirangkai menyerupai atap. Anak-anak di negri Adi kuaasa itu setiap harinya pergi kesekolah diantar kuda-kuda besi buatan Jepang atau Eropa. Sementara Anak-anak Indonesia dengan segala keterbatasan harus berjalan ke sekolah yang jaraknya bahkan lebih dari 2km.

Memang ini terlihat klise, kita tinggal diplanet yang sama namun seakan tinggal di 2 dunia yang berbeda. berdalih sebagai polisi dunia, mereka merampas kedaulatan negri lain. Iraq & Afghanistan adalah 2 bukti nyata kearoganan sang adi daia Amerika serikat. mereka mempredikatkan ‘negara teroris’ kepada Afghanistan perihal serangan Bom 9 tahun silam. Mereka mengoyak Iraq, merampas jutaan nyawa, & meleburkan mimpi-mimpi anak tak berdosa. Kaum muslim dijadikan kambing hitam atas Bom-bom yang mendarat ditanah Amerika. Lalu dengan seenaknya mereka mengirim tank-tank baja, menghujani Iraq & Afghanistan dengan peluru & granat, bahkan menduduki tanah yang pada faktanya bukan milik mereka. 2.966 warga Amerika yang tewas di tragedi 9/11 agaknya tidak sebanding dengan 1.2 juta nyawa yang melayang di Iraq karena kesewenangan Amerika serikat. Lalu apa sebutan yang pantas untuk negri yang membunuh jutaan nyawa itu? 'super teroris', 'biang teroris' atau 'raja teroris'?

saya tidak menyebut diri saya sebagai anti-amerika. saya juga tidak ingin menyebut diri saya sebagai golongan nasionalis, tapi dalam hal ini saya hanya menempatkan diri saya pada posisi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. karena pada faktanya tidak semua warga Amerika mendukung invasi ke Iraq atau afghanistan. tolong dibedakan. masih banyak mereka (American) di luar sana yang mengutuk segala bentuk penjajahan modern di manapun itu berada. Amerika tidak mengajarkan saya untuk membenci Tanah air saya, Indonesia. justru Amerika mengajarkan saya untuk lebih mencinta Indonesia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar